5 Hal yang Perlu Diketahui Terkait LPG 3 Kg Non Subsidi

0
254

RariaMedia.com – PT Pertamina (Persero) berencana mengeluarkan LPG 3 kg nonsubsidi yang akan dijual dengan harga lebih mahal dari LPG 3 kg tabung melon yang disubsidi.

Sebelum dikeluarkan secara resmi oleh Pertamina, ada baiknya kamu mengetahui hal-hal yang harus kamu ketahui terkait LPG 3 kg non subsidi yang sudah kami rangkum di bawah ini.

 

1. Diluncurkan 1 Juli 2018

Pertamina rencananya akan meluncurkan LPG 3 kg non subsidi pada 1 Juli 2018 atau pekan depan. Rencana ini disampaikan Plt Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI pada 23 Mei lalu.

Baca juga:  Usai Dapatkan Dana Rp 28 Triliun, Ini Langkah Grab Selanjutnya

2. Dijual dengan harga sekitar Rp 39 ribu per tabung

Karena tidak disubsidi, LPG 3 kg yang baru akan dijual dengan harga pasar. Saat ini harga LPG 3 kg subsidi sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per tabung.

Untuk harga LPG 3 Kg non subsidi sendiri hingga saat ini belum bisa dipastikan berapa harganya. Namun, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa harga jual LPG 3 kg non subsidi sekitar Rp 39 ribu per tabung.

 

3. Warna tabung yang berbeda dengan LPG 3 Kg Subsidi

Nicke juga mengatakan nantinya bentuk fisik LPG 3 kg nonsubsidi akan berbeda dengan LPG 3 kg subsidi. Adapun perbedaan mencolok dari kedua tabung gas itu adalah warna.

Baca juga:  Mangkrak 21 Tahun, Akhirnya Tol Bocimi Seksi 1 Diresmikan

Selain dari sisi warna, menurut Nicke, fisik tabung LPG 3 kg nonsubsidi tersebut tak ada tulisan khusus untuk masyarakat miskin seperti LPG 3 kg subsidi. Hal itu diyakini dapat mengurangi potensi kecurangan penjualan LPG 3 kg nonsubsidi.

 

4. Diperuntukan bagi masyarakat mampu

Dengan dibedakannya harga, warna tabung, dan tulisan “untuk masyarakat miskin” yang dihapus, LPG 3 kg non subsidi memang jelas diperuntukan bagi mereka yang mampu secara ekonomi.

Sejak dikeluarkan pada 2007 lalu, masyarakat mampu dengan bebas menggunakan LPG 3 kg subsidi lantaran pemerintah tidak melarangnya. Keadaan ini membuat konsumsi tabung gas melon membengkak dari tahun ke tahun.

Merujuk pada data Pertamina, terjadi kenaikan konsumsi LPG 3 kg dalam tiga tahun terakhir. Tercatat di 2015, konsumsi LPG mencapai 5,567 juta Metrik Ton (MT). Sedangkan di 2016 menjadi 6,005 juta MT, dan di 2017 naik lagi menjadi 6,305 juta MT.

Baca juga:  Jelang Libur Lebaran yang Panjang, Kebutuhan Uang Semakin Meningkat

Tahun ini realisasi penyaluran LPG 3 kg bersubsidi diperkirakan akan kembali membengkak, melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2018 sebesar 6,45 juta MT. Pertamina memprediksi realisasi penyaluran LPG 3 kg tahun ini sekitar 6,7 juta MT atau over kuota sebesar 250 ribu MT.

Meskipun nantinya akan ada tabung LPG 3 kg non subsidi, baik Pertamina maupun pemerintah menjamin tidak akan mengurangi pasokan LPG 3 kg untuk warga tidak mampu dan usaha kecil menengah.

 

5. Akan menjadi varian ke-4 Bright Gas

LPG 3 kg non subsidi ini akan masuk ke dalam varian Bright Gas, LPG Pertamina yang tidak disubsidi. Dengan begitu, produk ini akan disebut Bright Gas 3 kg.

Saat ini Bright Gas sudah punya 3 varian jenis tabung, yakni tabung ungu dengan berat 12 kg, tabung merah jambu dengan berat 5,5 kg, dan kaleng dengan berat 220 gram. Rencananya, tabung 3 kg ini akan menjadi varian ke-4 dari Bright Gas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here