Belum Setahun Beroperasi, MRT Jakarta Sudah Raup Rp 60 Miliar

0
434
Laba MRT Jakarta

RariaMedia.com – PT MRT Jakarta baru mulai beroperasi secara komersial pada April 2019 lalu. Mulanya, penumpang MRT Jakarta ditargetkan hanya 65.000 sehari. Namun, hingga saat ini sudah mencapai sekitar 90.000 penumpang setiap harinya.

Jumlah penumpang itu tentu menambah penghasilan MRT Jakarta dari segi penjualan tiket. Selain dari tiket, MRT juga mendapatkan tambahan pemasukan dari nontiket mulai dari iklan, sampai penamaan stasiun.

Baca juga:  Tiket Pesawat Mahal, Pengguna Bus Mudik Tahun Ini Naik 15 Persen

Direktur Utama MRT Jakarta William Syahbandar mengungkapkan, sejauh ini pihaknya sudah mendapatkan pemasukan mencapai Rp 1 triliun yang membuat laba yang dihasilkan mencapai sekitar Rp 70 miliar.

“Selama 9 bulan MRT operasi yang kita keluarkan mencapai Rp 940 miliar. Jadi Rp 1 triliun pendapatan, Rp 940 miliar pengeluaran. Sehingga kita dapat laba bersih sekitar Rp 60 miliar sampai Rp 70 miliar,” kata William di Kantor MRT, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Pengeluaran yang dimaksud adalah biaya untuk perawatan sarana dan biaya operasional. William mengatakan angka laba bersih itu baru perhitungan dari pihak MRT. Secara resmi, MRT Jakarta masih menunggu audit terkait jumlah pendapatan di tahun 2019.

Meski demikian, perhitunhan angka laba bersih itu menurut William sudah matang. Ia lalu membeberkan rincian dari pendapatan tiket yang angkanya total mencapai sekitar Rp 180 miliar. Angka itu dihasilkan dari jumlah penumpang sampai Bulan November sudah mencapai hampir 20 juta.

“Hari ini sampai 26 November (jumlah penumpang) sudah hampir 20 juta yang naik,” ujarnya.

Dari 20 juta itu rata-rata penumpang setiap bulannya telah mencapai 83.516 dan jumlah rata-rata tertinggi penumpang per hari ada di angka 93.165 orang.

“Kita berharap naik 91.000, naik lagi jadi 100.000 (penumpang),” ungkap William.

Sementara itu, untuk pendapatan nontiket, MRT Jakarta mengandalkan adanya periklanan, penamaan stasiun, ritel dan UMKM, sampai telekomunikasi. Total dari pendapatan non tiket tersebut sudah mencapai Rp 225 miliar.

“Pendapatan non farebox selama 9 bulan beroperasi itu sebesar Rp 225 miliar ini yang akan kita bukukan,” ungkap William.

Ia mengharapkan angka pendapatan dari non tiket tersebut terus meningkat. Sebab, harapannya MRT Jakarta nantinya tidak hanya bergantung pada jumlah pembelian tiket.

Baca juga:  5 Hal yang Perlu Diketahui Terkait LPG 3 Kg Non Subsidi

“Ini inovasi yang kita kerjakan di mana-mana kalau di dunia kalau mau berkelanjutan, sustainable, maka jangan hanya mengandalkan pendapatan tiket. Harus dari pendapatan nontiket juga. Ini yang kita kembangkan sekarang,” jelasnya.

Selain dari 2 sumber tersebut, William menuturkan pendapatan MRT masih ada pendapatan lain, salah satunya berasal dari subsidi Pemprov DKI mencapai Rp 560 miliar. Subsidi itu mayoritas digunakan untuk tiket para penumpang MRT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here