Cegah Stunting, BKKBN Siapkan Dana Rp 1,3 Milyar Untuk Papua

0
591
Kekurangan gizi kronis

RariaMedia.com – Stunting atau kurang gizi kronis masih menjadi masalah di beberapa wilayah di Indonesia. Khusus untuk Provinsi Papua, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyiapkan dana Rp1,3 miliar untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Ada 22 kabupaten/kota di Provinsi Papua, (masing-masing) mendapatkan dana penanganan stunting dengan besaran Rp60 juta,” kata Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Dwi Listyawardani di Biak, Papua pada Senin (8/4/19) seperti dikutip Antara News.

Baca juga:  Sering Mual Usai Minum Susu? Ini Cara Mengatasinya!

Salah satu usaha BKKBN dalam pencegahan stunting yakni melalui program Bina Keluarga Balita (BKB). Terwujud dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan bayi serta penerapan pola asuh yang baik terutama di 1.000 hari pertama kehidupan.

“Segala sesuatu yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama fase kehidupan menjadi faktor penentu kualitas kehidupan anak agar tidak terkena stunting,” kata Dwi.

Dwi juga menekankan pentingnya kontribusi banyak sektor dalam upaya mencegah dan menangani masalah gizi yang menyebabkan anak pendek dan tingkat kognitif yang rendah ini.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, angka stunting sendiri sebenarnya telah turun menjadi 30,8 persen dari 37,2 persen (Riskesdas 2013). Walaupun terjadi penurunan, penanganan stunting tetap menjadi fokus.

Baca juga:  Ternyata, Inilah Bahaya di Balik Penggunaan Tusuk Gigi

Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Akibatnya, tumbuh kembang anak tidak sesuai dengan anak-anak seusianya seperti pernah disampaikan Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Doddy Izwardy beberapa waktu lalu.

Selain fisik, stunting pun memengaruhi perkembangan otak anak menjadi tidak maksimal. Anak akan mengalami keterlambatan dalam berpikir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here