CEO Snapchat Sindir Keamanan Data Pengguna Facebook

0
344

RariaMedia.com – Bukan menjadi rahasia umum lagi, Instagram yang kini dimiliki Facebook telah meniru dan memodifikasi beberapa fitur yang dimiliki Snapchat, salah satunya adalah fitur Instagram Stories yang meraih kesuksesan besar pada aplikasi tersebut.

Evan Spiegel selaku CEO Snapchat memang telah memendam rasa kesalnya sejak lama karena hal ini, tapi dirinya juga turut berbangga hati karena produk buatannya yang inovatif.

“Jika Anda mendesain sesuatu yang begitu sederhana dan begitu elegan, satu-satunya hal yang bisa dilakukan orang lain adalah menirunya persis. Sebagai seorang desainer itu benar-benar adalah hal yang fantastis,” kata Spiegel, ketika berbicara di acara Code Conference di Southern California, AS, Selasa (29/5).

Tidak hanya itu, Spiegel juga menyindir Facebook soal kebocoran data pribadi penggunanya yang melibatkan Cambridge Analytica.

“Kami akan sangat menghargai jika mereka (Facebook) meniru sistem keamanan data kami juga,” ujarnya.

Baca juga:  Inilah 3 Smartphone Canggih yang Rilis di Indonesia Bulan Juli 2018

Sementara itu, Chief Security Officer Facebook, Alex Stamos, melalui akun Twitter pribadinya menanggapi klaim Spiegel yang mengatakan sistem keamanan datanya lebih baik dibandingkan Facebook.

“Janji Snapchat tentang foto-foto (di platform-nya) benar-benar hilang dikombinasikan dengan keamanan API yang buruk telah menyebabkan kebocoran massal konten revenge porn (konten porno balas dendam). Jadi tidak, saya tidak berpikir meniru (sistem keamanan) Snapchat akan menjadi langkah yang cerdas,” kicau Stamos.

Spiegel sendiri menjelaskan bahwa Snapchat dengan Facebook dan media sosial lainnya terdapat perbedaan filosofi. Menurutnya, Facebook tidak seperti Snapchat yang memegang teguh prinsip kebersamaan dan komunikasi antar teman.

“(Orang) menyadari bahwa bersaing dengan teman-teman mereka untuk ‘Like’ dan (mendapatkan) perhatian adalah jenis yang tidak menyenangkan dan benar-benar tidak terlalu bagus,” katanya.

Kemudian ia menambahkan bahwa Facebook memiliki fokus lebih tentang daya saing daripada kebersamaan. “DNA perusahaan mereka adalah tentang bagaimana orang bersaing satu sama lain secara online untuk mendapat perhatian. Nilai-nilai (kebersamaan) yang kami miliki sulit untuk ditiru,” lanjut Spiegel, dilansir dari¬†Engadget.

Meskipun demikian, pada kenyataannya saat ini Snapchat sedang berjuang di bawah gempuran aplikasi milik Facebook, termasuk Instagram dan WhatsApp. Fitur Instagram Stories sangat populer, dengan lebih dari 300 juta pengguna pada November lalu, dan WhatsApp Status memiliki sekitar 450 juta pengguna sejak sebulan yang lalu.

Snapchat sedang mengalami masa yang sulit. Aplikasi itu menghadapi banyak sekali kritik tentang perubahan desain yang mereka lakukan. Lalu, Snapchat juga mengalami pertumbuhan jumlah pengguna yang lambat, dan fakta bahwa Facebook telah menyalin produknya beberapa kali dengan menambahkan Stories ke hampir semua produknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here