Health

Kamis, 9 April 2020 - 10:48 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Hati-Hati, Ini 3 Efek Samping Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi

Suplemen vitamin C dengan dosis tinggi saat ini menjadi pilihan di saat pandemi Covid-19. Namun, ternyata jika dikonsumsi memiliki efek samping yang cujup berbahaya. (Foto: kompas.com)

Suplemen vitamin C dengan dosis tinggi saat ini menjadi pilihan di saat pandemi Covid-19. Namun, ternyata jika dikonsumsi memiliki efek samping yang cujup berbahaya. (Foto: kompas.com)

RariaMedia.com – Vitamin C adalah salah satu nutrisi penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Namun, kamu juga perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya. Sebab, mengonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi dapat menimbulkan beberapa efek samping.

Vitamin C secara alami terdapat dalam buah-buahan dan sayuran yang bermanfaat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Saat ini, vitamin C menjadi suplemen yang paling banyak dicari di masa pandemi virus Corona.

Baca juga:  Ternyata, Inilah Bahaya di Balik Penggunaan Tusuk Gigi

Namun, banyak tersedia suplemen mengandung dosis vitamin C yang sangat tinggi. Meski diklaim aman, konsumsi vitamin C dosis tinggi tetap dapat menimbulkan sejumlah efek samping.

Dikutip dari Healthline.com, setidaknya terdapat tiga efek samping mengonsumsi dosis tinggi vitamin C.

 

1. Menimbulkan gangguan pencernaan

Efek samping yang paling umum terjadi adalah gangguan pencernaan. Efek samping ini umumnya dirasa saat seseorang mengonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen.

Kamu akan mengalami gejala pencernaan jika mengonsumsi vitamin C lebih dari 2 ribu miligram sekaligus.

Gangguan pencernaan yang paling banyak terjadi akibat hal ini adalah diare dan timbulnya rasa mual. Selain itu, asupan berlebih juga telah dilaporkan memicu refluks asam lambung.

 

2. Menyebabkan kelebihan zat besi

Vitamin C dosis tinggi

Efek samping mengonsumsi vitamin C dosis tinggi adalah zat besi menjadi berlebih. (Foto: tribunnews.com)

Vitamin C dikenal karena memiliki manfaat untuk menyerap zat besi. Vitamin C dapat mengikat zat besi non-heme yang banyak ditemukan dari makanan berbasis nabati.

Sebuah studi pada orang dewasa menemukan, penyerapan zat besi meningkat hingga 67 persen saat seseorang mengonsumsi 100 miligram vitamin C.

Namun, seseorang dengan kondisi tertentu seperti hemochromatosis, harus berhati-hati dengan suplemen vitamin C. Hemochromatosis sendiri merupakan kondisi ketika kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebih dan menumpuk di organ hati, jantung, pankreas, dan sendi.

 

3. Meningkatkan risiko batu ginjal

Kelebihan vitamin C dikeluarkan dari tubuh sebagai oksalat atau produk limbah tubuh. Umumnya, oksalat dikeluarkan melalui urine. Namun, dalam beberapa kasus, oksalat dapat membentuk kristal yang menimbulkan pembentukan batu ginjal.

Oleh sebab itu, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C berpotensi meningkatkan jumlah oksalat dalam urine, sekaligus memicu pembentukan batu ginjal.

Sebuah penelitian lain pada orang dewasa menemukan, konsumsi suplemen vitamin C 1.000 miligram dua kali sehari selama enam hari meningkatkan jumlah oksalat hingga 20 persen.

Selain itu, laporan gagal ginjal juga dilaporkan terjadi pada orang yang mengonsumsi lebih dari 2 ribu miligram dalam sehari.

Baca juga:  Berkunjung Ke Thailand, Ini 10 Hal yang Tidak Boleh Kamu Lakukan Di Sana

Sementara itu, dilansir dari laman Medical News Today, orang dewasa direkomendasikan mengonsumsi 90 miligram vitamin C untuk laki-laki dan 75 miligram vitamin C untuk perempuan setiap harinya. Bagi orang dewasa yang mengonsumsi vitamin C lebih dari 2 ribu miligram per hari, akan memiliki risiko mengalami efek samping.

Berikut batas tertinggi asupan vitamin C harian berdasarkan usia:

  • 400 miligram untuk usia 1-3 tahun
  • 650 miligram untuk usia 4-8 tahun
  • 1.200 miligram untuk usia 9-13 tahun
  • 1.800 miligram untuk usia 14-18 tahun
  • 2.000 miligram untuk usia 19 tahun ke atas

Artikel ini telah dibaca 1859 kali

Baca Lainnya
X