Food & Travel Health

Jumat, 26 Juni 2020 - 15:58 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Inilah Bahaya Listeria yang Terkandung Dalam Jamur Enoki

Jamur enoki terindikasi mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia. (Foto: Shutterstock)

Jamur enoki terindikasi mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan manusia. (Foto: Shutterstock)

RariMedia.com – Berdasarkan informasi dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN), jaringan otoritas keamanan pangan internasional di bawah naungan FAO dan WHO, jamur enoki dari Green Co Ltd asal Korea Selatan terindikasi mengandung bakteri Listeria yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

Merespons hal tersebut, Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (PPKKP), Kementerian Pertanian Indonesia, langsung bertindak cepat dengan memerintahkan importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki.

Baca juga:  Awas Bisa Diabetes, Ini 6 Tanda Tubuh Kelebihan Gula

“Dua hari yang lalu kami telah memusnahkan jamur enoki. Karena beberapa negara seperti Australia, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain, telah menginfokan bahwa jamur enoki itu mengandung Listeria dan telah memakan beberapa korban di negara-negara tersebut,” ujar Ir. Yasid Taufik MM, Kepala PPKKP, seperti dilansir dari Kumparan.com pada Rabu (24/6/2020).

Menurut laporan Medical News Today, Listeria sendiri merupakan jenis bakteri yang sering ditemukan dalam makanan dan juga merupakan patogen bawaan makanan yang paling ganas, termasuk pada jamur enoki. Bakteri ini juga bisa ditemukan di air, tanah, dan feses. Manusia dapat terinfeksi Listeria saat mereka mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Bagi kelompok rentan, bakteri Listeria bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehatan yang dapat mengancam jiwa. Beberapa kelompok rentan tersebut antara lain adalah ibu hamil, orang lanjut usia, anak-anak, orang dengan penyakit penyerta, dan mereka yang memiliki sistem imun lemah.

Adapun sejumlah risiko gangguan kesehatan yang ditimbulkan meliputi infeksi darah yang serius (septikemia) atau radang selaput di sekitar otak (meningitis). Infeksi bakteri ini bisa menjadi lebih fatal ketika menyebar ke otak, yang bisa menyebabkan sebagai berikut:

  • Kelumpuhan saraf kranial: kelumpuhan dan tremor,
  • Ensefalitis: peradangan otak,
  • Meningitis: peradangan pada selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang,
  • Meningoensefalitis: kombinasi meningitis dan ensefalitis,
  • Abses serebral: penumpukan nanah di dalam otak.

Begitupun pada ibu hamil, bakteri ini disebut dapat menyebabkan keguguran dan kelahiran prematur. Ada kemungkinan bayi yang baru lahir menderita infeksi pada hari kelahiran atau seminggu setelahnya.

Baca juga:  Takut Kolestrol Naik Usai Banyak Makan Daging? Yuk, Konsumsi 5 Jenis Minuman Ini!

Orang dewasa yang sehat dan punya sistem imun kuat sebenarnya tidak terlalu berisiko saat terinfeksi bakteri Listeria. Namun, jika seseorang mengalami gejala-gejala Listeriosis, dapat dilakukan diagnosis dengan cara tes darah atau air seni.

Pengobatan yang paling umum diberikan pada penderita Listeriosis adalah dengan memberikan antibiotik. Obat Ampilisin juga diberikan kepada penderita Listeriosis, bersama dengan antibiotik gentasimin. Apabila septikemia atau meningitis terjadi, pasien biasanya diberikan antibiotik intravena dan dirawat selama kurang lebih 6 minggu.

Artikel ini telah dibaca 444 kali

Baca Lainnya
X