Jangan Tidur Setelah Makan Sahur, Ini Bahayanya!

0
1095
Tidur Setelah Sahur

RariaMedia.com – Jam makan sahur selama bulan Ramadhan terkadang menjadikan orang yang akan berpuasa jadi terkantuk.

Secara biologis itu merupakan hal yang wajar. Pasalnya setelah selesai makan, otak mengirimkan sinyal ke organ untuk segera mencerna dan mengarahkan semua darah menjauh dari organ.

Baca juga:  Tips Agar Tidak Kehabisan Uang Setelah Mudik

Sel-sel darah merah membantu mencerna makanan yang membantu mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan otak kekurangan darah dan menyebabkan ngantuk.

Namun, kebiasaan langsung tidur setelah santap sahur ternyata bisa menyebabkan beberapa penyakit yang mengganggu kesehatan, seperti berikut ini.

 

1. Asam Lambung

Tidur Setelah Sahur
Tidur setelah makan sahur dapat menyebabkan asam lambung naik (doktersehat.com)

Asam lambung terjadi karena letak katup antara kerongkongan dan lambung yang tidak menutup. Asam lambung bergerak menuju tenggorokan dan membuat tubuh merasakan sensasi seperti terbakar.

Jika kondisi ini tidak segera diobati, kemungkinan akan menyebabkan kerusakan pada selaput lendir tenggorokan yang menyebabkan komplikasi lebih lanjut.

 

2. Diabetes

Bahaya tidur setelah menyantap sahur dapat menyebabkan gula darah naik di pagi hari, tetapi tidak makan apa pun sebelum tidur juga dapat menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

Pilihan yang lebih tepat untuk mencegah gula darah naik adalah mengonsumsi makanan kaya protein seperti telur, susu, daging, dan ikan, serta sumber karbohidrat kaya serat seperti gandum, beras merah, nasi jagung, kentang, dan singkong.

 

3. Heartburn

Tidur setelah sahur terasa begitu nyaman, tetapi hal ini menyebabkan heartburn yang dapat menyebabkan masalah tidur. Heartburn terjadi karena produksi asam lambung berlebihan yang menyebar dari lambung naik ke tenggorokan atau dada.

Baca juga:  Cegah Stunting, BKKBN Siapkan Dana Rp 1,3 Milyar Untuk Papua

Asam lambung yang menuju ke organ bagian atas menyebabkan sendawa dan terasa asam di mulut. Sakit maag juga terkait dengan bersendawa sehingga membuat anda bisa tidur lebih nyenyak.

 

4. Stroke

Sebuah penelitian di Yunani yang menyimpulkan bahwa tidur setelah sahur menyebabkan peningkatan risiko stroke. Sebuah penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Ioannina yang mencakup sekitar 500 peserta yang 250 di antaranya mengalami stroke sebelumnya, sementara 250 orang lainnya didiagnosis dengan kondisi medis yang disebut sebagai sindrom Koroner Akut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur setelah 4 hingga 5 jam makan memiliki risiko lebih rendah terkena stroke. Teori-teori yang terkait dengan temuan ini termasuk bahwa asam lambung berhubungan dengan sleep apnea yang mungkin menyebabkan stroke.

Sementara menurut penelitian lain, ketika tubuh bekerja keras mencerna makanan dan jika kalo tidur setelah makan, ada kemungkinan peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol yang mengarah pada peningkatan risiko terkena stroke.

Baca juga:  Inilah 7 Cara Mendapatkan Tidur yang Bekualitas

5. Risiko Berat Badan Naik

Tidur Setelah Sahur
Berat badan berpotensi naik jika tidur setelah santap sahur (hellosehat.com)

Banyak ahli kesehatan mengatakan bahwa makan apa pun di malam hari adalah kontraproduktif dengan tidur nyenyak dan kesehatan yang baik secara umum, karena membuat tubuh tidak memiliki kemampuan membakar kalori. Hal ini mungkin juga berlaku ketika anda tidur setelah sahur.

Jadi, hindarilah efek tidur setelah sahur dengan membatasi konsumsi karbohidrat, seperti nasi, yang dapat dengan cepat menyebabkan penumpukan lemak dan penambahan berat badan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here