Kroasia Dapat Kalahkan Prancis di Final, Ini Alasannya

0
1359
Final Piala Dunia 2018

RariaMedia.com – Kroasia sukses mencetak sejarah di Piala Dunia 2018. Secara mengejutkan mereka berhasil lolos ke final Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Timnas Inggris 2-1 di babak semifinal.

Dengan demikian, tim asuhan Zlatko Dalic itu menjadi negara ke-13 yang tampil di final turnamen akbar empat tahunan sekali tersebut. Mereka saat ini sudah melewati pencapaian para pendahulu mereka yang baru berhasil di posisi ketiga pada edisi 1998.

Baca juga:  Taklukkan Wakil Tuan Rumah, Ahsan/Hendra Pastikan Indonesia Raih Gelar Juara China Open 2019

Di babak final nanti, Kroasia akan menghadapi Timnas Prancis di Luzhniki Stadium, Moskow pada Minggu (14/07) malam WIB. Meski Prancis sangat difavoritkan di final nanti, tapi Kroasia tidak bisa dianggap remeh begitu saja dan bahkan bisa saja nantinya laga akan dimenangkan Kroasia.

Mengapa demikian? Berikut ini tiga alasan mengapa Kroasia bisa mengalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018 seperti dilansir Sportskeeda.

 

1. Kesempatan emas juara

Final Piala Dunia 2018
Selebrasi Ivan Perisic saat laga semi final menghadapi Inggris (reuters.com)

Kroasia pada Piala Dunia 1998 di Prancis dijuluki sebagai generasi emas karena mampu meraih posisi ketiga. Namun, generasi emas kedua pada Piala Dunia tahun ini mampu melewati prestasi seniornya dan mencapai final.

Kroasia sangat sadar kalau mereka tidak seperti negara-negara sepakbola besar seperti Jerman, Argentina, dan Brasil yang bisa membangun susunan tim yang kuat setiap empat tahun untuk menjadi pesaing gelar.

Baca juga:  Ronaldo Mengeluhkan Laga Lawan Spanyol di Piala Dunia 2018

Kroasia harus menunggu 20 tahun untuk mencapai fase knockout di Piala Dunia dan tidak akan membuang kesempatan emas ini. Negara Eropa Timur itu bisa dbilang tidak akan pernah mendapatkan kesempatan lainnya untuk menorehkan namanya dalam sejarah sepakbola.

Delapan tahun lalu pada edisi 2010, Belanda nyaris menciptakan sejarah, tetapi tekanan bermain di final Piala Dunia sepertinya membuat mereka tidak bisa memenangkan pertandingan dan kalah 1-0 di perpanjangan waktu melawan Spanyol.

Kroasia akan mengambil pelajaran dari masa lalu dan memastikan bahwa tekanan tidak boleh sampai mempengaruhi penampilan mereka nanti.

 

2. Sikap pantang menyerah Kroasia

Final Piala Dunia 2018
Timnas Kroasia saat menjalani sesi latihan (liputan6.com)

Kroasia memulai Piala Dunia dengan mengalahkan Nigeria 2-0. Kemudian berhasil menaklukan Argentina 3-0 untuk memastikan tiket ke babak 16 besar. Mereka menjadi juara grup dengan sembilan poin dan difavoritkan untuk memenangkan pertandingan babak 16 besar melawan Denmark.

Kroasia sempat kebobolan lebih dulu saat melawan Denmark. Namun, beberapa menit kemudian striker Kroasia Mario Mandzukic mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.

Kapten Kroasia Luka Modric memiliki kesempatan untuk membawa timnya unggul pada menit ke-116 dari titik penalti tetapi berhasil digagalkan oleh kiper Denmark Kasper Schmeichel dan pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Denmark cukup percaya diri karena mereka sebelumnya berhasil menggagalkan penalti Modric. Namun, Kroasia menunjukkan mental yang kuat dan akhirnya menang 3-2 pada babak adu penalti tersebut.

Baca juga:  Apakah Simic Bisa Tampil dalam Pertandingan Menghadapi Persib Bandung?

Pada pertandingan perempat final melawan Rusia, Kroasia lagi-lagi kebobolan terlebih dahulu tetapi kemudian mampu menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai. 90 menit tidak cukup untuk menemukan pemenang dan Kroasia kembali memasuki perpanjangan waktu.

Domagoj Vida sukses mencetak gol pada menit ke-100 dan tampaknya Kroasia akan menuju ke semifinal Piala Dunia pertama mereka dalam 20 tahun. Namun, Rusia bisa menyamakan kedudukan tapi pertandingan harus ditentukan adu penalti.

Kroasia menang dengan skor 4-3 dalam drama adu penalti dan menjadi tim kedua dalam sejarah Piala Dunia yang memenangkan dua adu penalti secara berturut-turut setelah Argentina pada 1990.

Pertandingan semifinal melawan Inggris kembali menunjukkan cerita yang sama ketika Kroasia kebobolan lebih dulu dan melakukan comeback di perpanjangan waktu.

Selama babak knock out, Kroasia harus bermain selama 120 menit dalam tiga pertandingan berturut-turut dan mereka nyaris gagal di setiap kesempatan tetapi menolak untuk menyerah.

Pengalaman melakukan comeback dalam tiga pertandingan berturut-turut tentu akan sangat berguna dalam pertandingan final melawan Prancis.

 

3. Kekuatan lini tengah

Final Piala Dunia 2018
Gelandang Kroasia, Luka Modric, berusaha melewati gelandang Rusia (liputan6.com)

Kroasia meraih kesuksesan belakangan ini karena lini tengah mereka yang tangguh. Pemain seperti Ivan Rakitic, Ivan Perisic, Mateo Kovacic, dan kapten Luka Modric sangat penting dalam membangun lini tengah yang kuat dan menjadi pemain kunci dari generasi emas Kroasia saat ini.

Permainan transisi merupakan salah satu kekuatan terbesar Kroasia dan lini tengah memainkan peran yang sangat penting dalam hal itu.

Secara historis, lini tengah yang kuat sudah terbukti sangat penting untuk kesuksesan tim. Era keemasan Spanyol diperkuat oleh gelandang seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets dan Xabi Alonso. Mereka mampu membawa timnya ke level yang sangat tinggi.

Baca juga:  Lewat Adu Penalti, Rusia Sukses Singkirkan Spanyol dari Piala Dunia 2018

Jerman yang berhasil menjadi juara pada Piala Dunia di Brasil empat tahun lalu juga punya gelandang yang kuat seperti Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos dan Mario Gotze.

Kemampuan lini tengah Kroasia bisa menjadi kekuatan terbesar mereka di pertandingan final melawan Prancis karena setiap pemain punya kemampuan untuk membawa timnya meraih kesuksesan di Piala Dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here