Melemahnya Mata Uang Tiongkok Terus Dipantau AS

0
Mata Uang Tiongkok Melemah

RariaMedia.com – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Steven Mnuchin, mengaku terus memantau dengan seksama melemahnya mata uang Tiongkok yakni Yuan untuk menekan terjadinya perdagangan yang tidak adil.

Langkah itu dilakukan seiring dengan terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Baca juga:  Dana Sebesar Rp 4,5 Triliun Disiapkan BCA Untuk Akuisisi Bank Kecil

“Apa yang saya katakan selama seminggu terakhir adalah kita jelas memantau ketat mata uang Tiongkok dan melemahnya pasar itu,” kata Mnuchin, dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 28 Juli 2018.

Mnuchin mengatakan, Pemerintah AS sedang melihat mata uang lainnya juga. Menurutnya, kekuatan USD yang dilihat dari aspek jangka panjang menjadi penting terjadi karena menguatnya USD merupakan imbas dari perbaikan atau pertumbuhan ekonomi AS.

“Tetapi kami akan memantau dengan seksama, seperti yang kami lakukan di Departemen Keuangan, manipulasi mata uang di banyak pasar yang berbeda. Dan memastikan orang tidak menggunakan mata uang untuk keuntungan perdagangan yang tidak adil,” tuturnya.

Baca juga:  Stok Cukup, Bulog Anggap Impor Beras Belum Perlu Dilakukan

Yuan berada di 6,77 per USD pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), turun sekitar 0,15 persen. Mata uang Tiongkok telah meluncur sejak pertengahan Juni di tengah perang perdagangan yang meningkat antara AS dan Tiongkok.

Dia juga mengatakan pelemahan yuan akan ditinjau sebagai bagian dari laporan semi tahunan Departemen Keuangan AS tentang manipulasi mata uang. Laporan ini jatuh tempo pada 15 Oktober dan akan didasarkan pada aktivitas untuk enam bulan pertama di 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here