Model Baru Kurikulum 2022: Siswa Bebas Memilih Mata Pelajaran

- Penulis

Jumat, 24 Desember 2021 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendikbud Ristek menjelaskan rencana kurikulum baru pada tahun 2022 yang akan lebih berfokus pada materi yang esensial. (Foto: Unsplash)

Kemendikbud Ristek menjelaskan rencana kurikulum baru pada tahun 2022 yang akan lebih berfokus pada materi yang esensial. (Foto: Unsplash)

RariaMedia.com – Belakangan ini sedang ramai dibahas mengenai adanya kurikulum 2022 di media sosial. Kabarnya kurikulum 2022 tidak lagi menggunakan penjurusan kelas IPS, IPA, dan Bahasa bagi pelajar SMA.

Terkait hal tersebut Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Assesmen Pendidikan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Anindito Aditomo memberikan penjelasannya.

Baca Juga :  Samsung Galaxy Note 9 Resmi Dijual di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya!

“Kurikulum tersebut akan lebih berfokus pada materi yang esensial, tidak terlalu padat materi. Ini penting agar guru punya waktu untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Bukan sekadar kejar tayang materi yang ada di buku teks,” ujar Anadito Aditomo melalui akun Instagramnya @ninoaditomo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kurikulum baru yang bernama prototipe tersebut, siswa kelas 11 dan 12 tidak lagi memilih jurusan IPA, IPS atau Bahasa. Peserta didik diberi kebebasan untuk memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat dan aspirasi mereka. Artinya siswa dapat memilih mata pelajaran yang sesuai dengan jenjang karier mereka.

Meski demikian, terdapat mata pelajaran wajib yang harus tetap dipelajari oleh peserta didik. Mata pelajaran wajib tersebut adalah Pendidikan Agama, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Musik, Penjaskes dan Sejarah.

Berita Terkait

Dukung Pemahaman Kesehatan Mental, Mahasiswa KKN-PPM UGM Edukasi Pelajar di Konawe Selatan
Menkominfo Sebut Masyarakat Tidak Perlu Jaringan yang Cepat untuk Menonton Youtube
Seorang Pria di Korea Selatan Tewas Terbunuh Robot karena Dikira Kardus
Yogyakarta Darurat Sampah, KKN-PPM UGM Lakukan Edukasi Pembuatan Eco Enzyme
Mahasiswa KKN-PPM UGM Motivasi Anak-anak untuk Berani Ekspresikan Diri Melalui Festival Hari Anak
Hanya Berjarak 200 Meter, Pelajar Ini Dinyatakan Tidak Lolos PPDB SMAN 1 Bogor
Mahasiswa UGM Diduga Tepergok Berbuat Mesum saat KKN
Kembali Bikin Heboh, Nadiem Makarim Segera Luncurkan Marketplace untuk Rekrutmen Guru

Berita Terkait

Selasa, 23 Januari 2024 - 23:27 WIB

Dukung Pemahaman Kesehatan Mental, Mahasiswa KKN-PPM UGM Edukasi Pelajar di Konawe Selatan

Kamis, 16 November 2023 - 08:49 WIB

Menkominfo Sebut Masyarakat Tidak Perlu Jaringan yang Cepat untuk Menonton Youtube

Minggu, 12 November 2023 - 06:57 WIB

Seorang Pria di Korea Selatan Tewas Terbunuh Robot karena Dikira Kardus

Rabu, 9 Agustus 2023 - 16:52 WIB

Yogyakarta Darurat Sampah, KKN-PPM UGM Lakukan Edukasi Pembuatan Eco Enzyme

Sabtu, 5 Agustus 2023 - 09:11 WIB

Mahasiswa KKN-PPM UGM Motivasi Anak-anak untuk Berani Ekspresikan Diri Melalui Festival Hari Anak

Senin, 17 Juli 2023 - 09:05 WIB

Hanya Berjarak 200 Meter, Pelajar Ini Dinyatakan Tidak Lolos PPDB SMAN 1 Bogor

Senin, 3 Juli 2023 - 14:08 WIB

Mahasiswa UGM Diduga Tepergok Berbuat Mesum saat KKN

Selasa, 6 Juni 2023 - 11:15 WIB

Kembali Bikin Heboh, Nadiem Makarim Segera Luncurkan Marketplace untuk Rekrutmen Guru

Berita Terbaru

PDIP memberikan peringatan untuk tidak memanfaatkan revisi UU Kementerian sebagai sarana bagi-bagi kursi di pemerintahan Prabowo-Gibran.

National News

PDIP Soal Revisi UU Kementerian: Jangan untuk Bagi-bagi Kursi!

Minggu, 19 Mei 2024 - 16:33 WIB

Seorang pejabat Kemendikbud justru menegaskan pendidikan tinggi bukan hal yang wajib di tengah ramainya kabar kenaikan UKT di berbagai PTN. (Foto: Humas Diktiristek)

National News

Ramai UKT Mahal, Kemendikbud : Pendidikan Tinggi Bukan Kewajiban

Kamis, 16 Mei 2024 - 17:21 WIB

DPR diduga ingin membantu Prabowo - Gibran untuk menambah jumlah menteri di kabinet pemerintahan mendatang lewat revisi UU. (Foto: DPR RI)

National News

Demi 40 Menteri di Kabinet Prabowo, DPR Bakal Revisi UU?

Rabu, 15 Mei 2024 - 09:47 WIB

X