Ramai UKT Mahal, Kemendikbud : Pendidikan Tinggi Bukan Kewajiban

- Penulis

Kamis, 16 Mei 2024 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pejabat Kemendikbud justru menegaskan pendidikan tinggi bukan hal yang wajib di tengah ramainya kabar kenaikan UKT di berbagai PTN. (Foto: Humas Diktiristek)

Seorang pejabat Kemendikbud justru menegaskan pendidikan tinggi bukan hal yang wajib di tengah ramainya kabar kenaikan UKT di berbagai PTN. (Foto: Humas Diktiristek)

RariaMedia.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menanggapi kritikan mahasiswa terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang mengalami kenaikan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, justru menegaskan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia itu bersifat tidak wajib.

Baca Juga :  Lagu Pernikahan Kita Ungkap Sakralnya Akad Arsy Widianto dan Tiara Andini

“Sebenarnya ini tanggungan biaya yang harus dipenuhi agar penyelenggara pendidikan itu memenuhi standar mutu. Tetapi dari sisi lain, kita bisa melihat bahwa pendidikan tinggi ini adalah tertiary education. Jadi, bukan wajib belajar,” ujar Tjitjik, Rabu (15/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, permasalahan yang terjadi mengenai biaya kuliah kian mahal karena pihak kampus sering kali menetapkan kenaikan UKT yang besar untuk golongan UKT 4 ke atas.

Sementara, Pemendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 tentang Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi di PTN Kemendikbudristek hanya mengatur besaran UKT untuk golongan UKT 1 dan 2.

Alhasil, besaran biaya UKT yang dianggap mahal tidak bisa diturunkan begitu saja selama peraturan tersebut tidak berubah.

Untuk golongan UKT 1 biayanya Rp0 sampai Rp500 ribu, sedangakan golongan UKT 2 dari Rp500 sampai Rp1 juta.

Penulis : Aida Tannisa

Editor : Geishia Alen Tie

Berita Terkait

Laporkan Kasus Pemerkosaan, Anak Panti Asuhan Ini Malah Dicabuli Polisi
Miris! Eks Caleg Gagal di Sumbar Perkosa Anak Kandung Sendiri sampai Hamil
Dianggap Kelebihan Bayar Gaji, Pensiunan Guru TK di Jambi Ditagih Rp75 Juta
Ayah Laporkan Pungli, Siswi SMA Ini Diduga Sengaja Dibikin Tak Naik Kelas
Diminta Lepas Alat Bantu Dengar, Penyandang Tuli Ini Gagal Lolos SNBT
Dana Revolusi Mental Dipakai Beli Motor Trail, Kepala Bappenas: Kami Nggak Punya Kuasa
Sudah Punya Rumah Tetap Ikut Tapera, Pemerintah: Kita Gotong Royong
MA Ubah Syarat Usia Kepala Daerah, Muluskan Jalan Kaesang di Pilkada Jakarta?

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juli 2024 - 18:01 WIB

Laporkan Kasus Pemerkosaan, Anak Panti Asuhan Ini Malah Dicabuli Polisi

Jumat, 19 Juli 2024 - 13:58 WIB

Miris! Eks Caleg Gagal di Sumbar Perkosa Anak Kandung Sendiri sampai Hamil

Selasa, 2 Juli 2024 - 23:58 WIB

Dianggap Kelebihan Bayar Gaji, Pensiunan Guru TK di Jambi Ditagih Rp75 Juta

Kamis, 20 Juni 2024 - 16:10 WIB

Diminta Lepas Alat Bantu Dengar, Penyandang Tuli Ini Gagal Lolos SNBT

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:55 WIB

Dana Revolusi Mental Dipakai Beli Motor Trail, Kepala Bappenas: Kami Nggak Punya Kuasa

Berita Terbaru