Menu

Mode Gelap
 

Economy · 8 Jul 2020 12:25 WIB

Sri Mulyani Tutup Penerimaan CPNS dan STAN Hingga 2024


 Menteri Keuangan, Sri Mulyani resmi memutuskan untuk menghentikan penerimaan CPNS untuk Kementerian Keuangan, termasuk STAN. (Foto: portonews.com) Perbesar

Menteri Keuangan, Sri Mulyani resmi memutuskan untuk menghentikan penerimaan CPNS untuk Kementerian Keuangan, termasuk STAN. (Foto: portonews.com)

RariaMedia.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melakukan moratorium atau pemberhentian sementara penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru dan mahasiswa STAN untuk 5 tahun ke depan, mulai 2020 hingga 2024. Kebijakan itu termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

Sebab berdasarkan rencana strategisnya, pada tahun ini Kementerian Keuangan akan menerapkan kebijakan minus growth dalam hal jumlah pegawainya. Artinya, Kemenkeu tidak akan menambah jumlah pegawai dalam lima tahun ke depan.

Baca juga:  Usai Dapatkan Dana Rp 28 Triliun, Ini Langkah Grab Selanjutnya

“Moratorium rekrutmen CPNS dilaksanakan tahun 2020-2024, sementara moratorium mahasiswa STAN dilakukan pada tahun 2020, yang dapat diberlakukan pula pada tahun-tahun berikutnya dalam hal diperlukan sebagai dukungan upaya pencapaian target minus growth,” tulis Peraturan Menteri Keuangan tersebut.

Di dalam peraturan tersebut juga dijelaskan, Kemenkeu menargetkan setidaknya terdapat penurunan pegawai sebanyak 800 hingga 1.800 orang per tahun dalam 5 tahun ke depan. Jumlah PNS Kemenkeu pada tahun 2024 mendatang ditargetkan sebanyak 75.263 orang. Sementara per 1 Januari 2020 ini, jumlah PNS Kemenkeu sebanyak 82.451 orang. Artinya, dalam lima tahun ke depan, setidaknya 7.188 pegawai Kemenkeu akan berkurang, baik dikarenakan pensiun serta keluar selain karena pensiun.

Kebijakan minus growth tersebut pun akan dilaksanakan guna mendorong pemanfaatan teknologi dan enterprise architecture (EA), serta mendorong pengembangan kompetensi sebagai alternatif pemenuhan pegawai.

Baca juga:  Kemendag Berikan Izin Impor 34.825 Ton Bawang Putih

Untuk itu, Kementerian Keuangan menyusun proyeksi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan asumsi sebagai berikut:

  1. Arahan Menteri Keuangan untuk menerapkan kebijakan minus-growth mulai tahun 2020;
  2. Pelaksanaan moratorium rekrutmen CPNS umum dan lulusan PKN STAN pada tahun 2020-2024;
  3. Proyeksi pegawai keluar dihitung melalui prediksi pegawai yang memasuki batas usia pensiun (BUP) dan pegawai keluar non pensiun sampai dengan 5 (lima) tahun ke depan. Jumlah prediksi pegawai BUP berdasarkan pada data per Januari 2020;
  4. Pemenuhan pegawai baru tahun 2020 berasal dari rekrutmen umum tahun 2019;
  5. Kecukupan anggaran dan sarana prasarana pendukung lainnya.
Artikel ini telah dibaca 48 kali

Read More

GoTo: Hasil Resmi Merger Gojek dan Tokopedia

17 Mei 2021 - 15:25 WIB

GoTo Gojek Tokopedia

Demi Memperlancar IPO, Gojek dan Tokopedia Siap Merger?

6 Januari 2021 - 11:26 WIB

Gojek dan Tokopedia Merger

Rayakan HUT ke-75 RI, Bank Indonesia Rilis Uang Pecahan Rp 75 Ribu

17 Agustus 2020 - 13:13 WIB

Uang edisi khusus

Gojek Pastikan Tetap Beri Pesangon Kepada 430 Karyawan yang Di-PHK

28 Juni 2020 - 11:32 WIB

PHK Gojek

Kemendag Berikan Izin Impor 34.825 Ton Bawang Putih

7 Maret 2020 - 15:34 WIB

Impor Bawang Putih

Belum Setahun Beroperasi, MRT Jakarta Sudah Raup Rp 60 Miliar

29 November 2019 - 07:40 WIB

Laba MRT Jakarta
Popular on Economy
X