Sudah Makan Berkali-Kali Tapi Masih Saja Lapar? Mungkin Ini Penyebabnya

1
1044

RariaMedia.com – Apakah kamu pernah merasa masih lapar padahal kamu sudah berkali-kali makan?

Ya, hal ini seringkali terjadi pada banyak orang. Bahan makanan tertentu, porsi makan, dan faktor lain bisa membuat kita merasa lapar meski telah mengonsumsi makanan dalam porsi besar.

Dilansir dari laman Men’s Health, berikut ini delapan hal yang mungkin menjadi penyebab kamu merasa lapar padahal sudah makan berkali-kali.

 

1. Porsi sarapan yang kurang

Sarapan Pagi
Sarapan dengan porsi yang cukup dan tidak kurang (pemburuombak.com)

Riset dari University of Cambridge telah mebuktikan sarapan dengan kandungan 300 kalori dapat meningkatkan obesitas dua kali lipat dibanding mereka yang sarapan dengan 500 kalori.

Baca juga:  10 Aktivitas Ini Dapat Membuat Hidup Lebih Bersemangat

Hal ini dapat dibuktikan setelah dilakukan penelitian terhadap 6.764 peserta dengan kesehatan yang baik selama hampir empat tahun.

Ini disebabkan karena sarapan dalam porsi besar membuat gula darah dan insulin mengalami kenaikan yang kecil.

Pada akhirnya, hal ini membuat keinginan untuk mengonsumsi camilan berkurang.

Sebagai alternatifnya, kamu bisa menambahkan protein pada menu sarapan.

Menurut riset terbaru, sarapan dengan 30 hingga 39 gram protein tingi seperti sosis dan telur dapan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama.

 

2. Tidak mengonsumsi sayuran hijau

Sayuran Hijau
Konsumsi sayuran hijau (style.tribunnews.com)

Sayuran hijau kaya akan kandungan folat dan vitamin B esensial yang membentu melawan depresi, kelelahan dan penambahan berat badan.
Dalam sebuah riset, diet tinggi folat dapat mengurangi bobot tubuh 8,5 kali lebih banyak daripada mereka yang mengonsumsi makanan rendah folat.

Baca juga:  Ternyata, Inilah Bahaya di Balik Penggunaan Tusuk Gigi

Sayuran hijau dapat membantu mengurangi rasa lapar. Nah, sebagai menu pilihan terbaik, kamu dapat mencoba dengan mengonsumsi selada, bayam, collar green dan Radicchio.

 

3. Kurang minum air putih

Minum Air Putih
Minum air putih dengan teratur (bogor.tribunnews.com)

Dehidrasi seringkali menjelma sebagai rasa lapar. Oleh karena itu, jika kamu baru saja makan dan masih merasa lapar, minumlah segelas air sebelum kembali mengonsumsi makanan.

Setelah mengonsumsi air, rasa lapar kemungkinan besar akan berkurang.

Minum segelas air saat sebelum makan ternyata juga bisa menurunkan berat badan.

Riset dari Virginia Tech menemukan orang berusia lanjut yang minum dua cangkir air sebelum makan, mengonsumsi 75 dan 90 kalori lebih sedikit.

Baca juga:  5 Manfaat Kayu Manis Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Mereka yang meningkatkan konsumsi air sebelum makan akan kehilangan sekitar bobot tubuh 5 kilogram lebih banyak selama 12 minggu.

 

4. Terlalu banyak meminum soda

Minum Soda
Kurangi mengonsumsi soda (abcnews.go.com)

Soda yang dikonsumsi setiap kali makan bisa menyebabkan rasa lapar. Soda, es teh dan minuman manis lainnya mengandung gula jagung fruktosa tinggi.

Menurut riset dari Yale University, fruktosa gula jagung inilah yang menyebabkan rasa kenyang tidak bertahan lama.

Dalam riset tersebut, peneliti merekrut 20 orang dewasa dengan status kesehatan yang baik untuk menjalani tes Magnetic Resonance Imaging (MRI) sembari meminum cairan.

Hasilnya, semua peserta yang meminum cairan manis dengan gula jagung fruktosa tinggi merasa kurang kenyang dibadingkan mereka yang minum larutan glukosa.

Baca juga:  Sering Berkeringat di Malam Hari? Ini Penyebabnya

Mereka yang meminum larutan dengan gula jagung fruktosa tinggi juga mengalami penurunan aliran darah dan aktivitas otak yang mengatur nafsu makan.

Riset dari Universty of California, San Francisco, juga menunjukan fruktosa pada gula jagung dapat mengelabui otak yang membuat nafsu makan meningkat.

Hal ini bahkan terjadi meski seseorang telah merasa kenyang. Menurut peneitian, gula jagung yang tinggi fruktosa dapat menghambat kinerja leptin.

Leptin merupakan hormon yang berfugsi untuk memberi isyarat kenyang pada tubuh.

 

5. Tidak mengonsumsi teh hitam

Teh Hitam
Minumlah teh hitam (hellosehat.com)

Menurut riset dalam Journal of American College of Nutrition, minum satu cangkir teh hitam setelah mengonsumsi karbohidrat tinggi dapat menurunkan kadar gula darah sebesar 10 persen selama 2,5 jam setelah makan.

Ini berarti teh hitam dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan lagi.

Baca juga:  Inilah 7 Cara Mendapatkan Tidur yang Bekualitas

Para peneliti percaya jika senyawa polifenol dalam teh hitam dapat menekan rasa lapar.

 

6. Merasa Bosan

Bosan dapat menyebabkan lapar (merdeka.com)

Para peneliti di Australia menemukan bayangan visual ternyata dapat membantu menahan nafsu makan.
Untuk membuktikannya, coba kamu bayangkan satu porsi besar steak yang siap kita santap.

Jika kamu benar-benar lapar, steak akan tampak menarik.

Tetapi jika itu tidak menggoda, kemungkinan kamu hanya merasa bosan dan butuh selingan, bukan makanan.

Baca juga:  3 Hal Ini Sebabkan Banyak Orang Jatuh Sakit Setelah Lebaran

Jadi, saat perut merasa lapar, cobalah mengalihkannya dengan kegiatan ‘pembunuh’ bosan, seperti main game.

 

7. Mengonsumsi sereal cepat saji

Sereal
Sereal cepat saji dapat menyebabkan rasa lapar (netralnews.com)

Jika kamu masih merasa lapar setelah mengonsumsi semangkuk sereal untuk sarapan atau camilan larut malam, cobalah ganti dengan mengonsumsi havermut.

Berdasarkan riset dari Louisiana State University, mengonsumsi oatmeal membuat seseorang merasa kenyang lebih lama dibandingkan mereka yang mengonsumsi sereal siap saji.

Hal ini terbukti setelah periset meneliti 46 orang dewasa yang mengonsumsi 363 kalori oatmeal.

Baca juga:  6 Cara Ini Bikin Lari di Trademill Menjadi Lebih Menyenangkan

Menurut peneliti, peningkatan rasa kenyang bisa dikaitkan dengan viskositas oatmeal. Serat pada oat lebih mudah larut daripada sereal pada umumnya.

 

8. Mengonsumsi makanan kaleng

Makanan Kaleng
Makanan kaleng mengandung senyawa  penyebab masalah kesehatan (kompas.com)

Banyak makanan kaleng yang memiliki kandungan bisphenol-A, atau BPA uang tinggi.

Menurut Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (BPOM), senyawa kimia tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Paparan terhadap BPA dapat menyebabkan lonjakan abnormal pada leptin.

Menurut peneliti dari Harvard University, lonjakan leptin menyebabkan nafsu makan meningkat dan obesitas.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here