Tayang Berbarengan, Film Perburuan dan Bumi Manusia Tak Permasalahkan Untung Rugi

0
620
Film Perburuan

RariaMedia.com – Salah satu rumah produksi film ternama Tanah Air, Falcon Pictures membuat sebuah gebrakan baru dalam perfilman Indonesia dengan merilis dua film secara bersamaan, yakni Bumi Manusia dan Perburuan.

Dan uniknya, kedua film tersebut sama-sama merupakan film adaptasi dari buku karya Pramoedya Ananta Toer. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait kemungkinan persaingan kedua film tersebut. Terlebih, secara literatur Bumi Manusia lebih populer dari Perburuan.

Baca juga:  Jadi Lawan Main, Kirana Larasati Jatuh Hati Pada Gading Marten

Hal itu ditanggapi langsung oleh sang produser, Frederica. Ia mengatakan kedua film ini digarap bukan untuk tujuan untung dan rugi, melainkan untuk merayakan karya-karya Pramoedya.

“Setiap film memiliki strategi promosi yang berbeda-beda. Kedua film ini saling support satu sama lain. Kami tidak memikirkan untung dan rugi, semua ini dilakukan untuk merayakan Pram,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Adipati Dolken, pemeran utama karakter Hardo dalam film tersebut. “Tidak ada yang perlu ditakutkan, karena tidak mementingkan persaingan. Tujuannya yaitu untuk kita menghargai karya dari Pram,” ucapnya.

Frederica mengaku merasa sangat tersanjung ketika diberikan kepercayaan untuk mengangkat buku Perburuan menjadi film. Sebelumnya, pihaknya sempat memiliki pilihan lain.

“Kami merasa seperti diberkati oleh keluarga Pram, karena tadinya kami ingin mengangkat novel Gadis Pantai. Tapi kemudian kami disodori buku Perburuan ini, diberi waktu seminggu untuk membacanya. Kemudian setelah membacanya, kami setuju untuk mengangkatnya,” katanya.

Baca juga:  Demi Film Hit & Run, Jefri Nichol Rela Jadi Anak Culun

Perburuan sendiri merupakan novel Pramoedya Ananta Toer yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1950 dan sempat dilarang pada zaman Orde Baru. Kisahnya bercerita tentang Hardo, seorang pemuda bekas Shodanco (komandan pleton) di Pembela Tanah Air (PETA) yang diburu oleh Jepang karena dianggap sebagai musuh negara.

Film yang dijadwalkan tayang mulai 15 Agustus mendatang ini juga dibintangi oleh Ayushita, Ernest Samudra, Michael Kho, dan Khiva Iskak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here