Tips Agar Tidak Kehabisan Uang Setelah Mudik

0
611
Person holding an empty wallet - showing bankruptcy

RariaMedia.com – Musim libur panjang Lebaran telah tiba. Libur yang panjang apalagi jika mudik ke kampung halaman seringkali membuat kondisi kantong orang menipis. Maklum, ada banyak kebutuhan yang mau tidak mau akan menguras banyak uang.

Banyak pengeluaran tahunan yang jadwalnya datang di musim perayaan ini. Misalnya saja, biaya mudik, angpao dan bingkisan lebaran untuk keluarga dan kerabat, pekerja di rumah, dan lain sebagainya. Belum lagi sepanjang puasa Ramadhan ada banyak undangan buka  puasa bersama yang kesemuanya membutuhkan modal uang.

Tidak jarang terjadi, orang habis-habisan mengeluarkan uang saat puasa Ramadan dan Lebaran. Akibatnya, begitu rangkaian perayaan Lebaran usai, kondisi keuangan berantakan bahkan minus.

Supaya hal itu tidak sampai terjadi, pastikan kamu menerapkan langkah-langkah berikut ini:

 

1. Susun pos anggaran

Bulan puasa Ramadhan dan kehadiran Lebaran adalah bulan perayaan yang memang membutuhkan banyak biaya. Itulah mengapa ada tunjangan hari raya (THR), yang tak lain dimaksudkan untuk mendukung pengeluaran di musim perayaan ini.

Baca juga:  Tanpa Olahraga, Inilah 10 Cara Efektif Turunkan Berat Badan

Supaya pengeluaran finansial tetap terarah dan teratur, buatlah pos-pos anggaran besar paling tidak dalam 4 kelompok kebutuhan besar, sebagai berikut:

  • Pos kebutuhan Ramadhan: termasuk di dalamnya adalah, belanja rutin rumah tangga, pengeluaran berbuka puasa di luar rumah, dan lain-lain.
  • Pos kebutuhan mudik: antara lain untuk pengeluaran ongkos mudik, persiapan kendaraan pribadi bila kamu mudik memakai mobil pribadi, biaya perjalanan mudik, dan lain-lain.
  • Pos biaya Lebaran: termasuk di sini adalah biaya konsumsi Lebaran, pengeluaran untuk bingkisan dan angpao Lebaran, pembayaran zakat mal tahunan, dan lain-lain.
  • Pos kebutuhan pasca Lebaran/Mudik yaitu anggaran yang kamu butuhkan untuk melanjutkan kehidupan setelah rangkaian acara Lebaran berlalu sampai saatnya penghasilan atau gaji berikutnya datang.

 

2. Pastikan sumber dana

Setelah menetapkan susunan pos anggaran, kamu harus melengkapinya dengan memastikan kepastian sumber dana. Masing-masing pos anggaran harus memiliki sumber dana yang jelas dan pasti. Misalnya, untuk pos Ramadan, kamu memakai biaya hidup sehari-hari

Sedangkan THR, kamu bisa menjadikannya sumber dana untuk biaya Lebaran dan mudik. Bila kamu sudah memiliki tabungan khusus untuk kebutuhan mudik, kamu bisa memanfaatkannya sehingga THR bisa kamu sisihkan sebagian untuk pos kebutuhan pasca Lebaran.

Jika dana yang tersedia tidak bisa memadai, kamu bisa menggunakan sedikit dana darurat untuk menutup kebutuhan sehari-hari hingga nanti tanggal gajian datang lagi. Bila tidak, mau tidak mau kamu perlu mengkaji ulang berbagai rencana pengeluaran. Jika ada pos anggaran yang bisa dihemat, maka kamu harus menghematnya.

Yang pasti, hindari berutang untuk menutup kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya konsumtif atau habis pakai seperti perayaan Lebaran.

 

3. Hindari berlebih-lebihan

Seringkali orang-orang tak segan berlebih-lebihan dalam merayakan momentum besar ini dengan alasan, “Tidak apa-apalah, kan hanya setahun sekali..” Pandangan seperti ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan kantong kamu.

Banyak orang akhirnya memaksakan diri merayakan Lebaran dengan berlebih-lebihan. Semua serba baru mulai baju sampai gadget bahkan kendaraan bermotor.

Supaya kamu tidak kehabisan uang setelah lebaran ini berakhir, kamu harus selalu ingat prinsip kesederhanaan dalam merayakan hari istimewa. Semangat Lebaran adalah silaturahmi dan merayakan hari besar. Untuk dua hal itu, ada banyak cara merayakannya tanpa berlebih-lebihan.

Baca juga:  15 Tips Mudik Lebaran yang Sehat, Aman dan Menyenangkan

Untuk keuangan, selalu hindari “besar pasak daripada tiang”. Artinya, jangan sampai pengeluaran kamu melebihi pemasukan yang kamu dapatkan. Rayakan Lebaran sesuai kemampuan kamu.

Dengan banyaknya pengeluaran yang akan terjadi pada rangkaian Lebaran, kamu perlu lebih jeli memanfaatkan celah penghematan supaya semua kebutuhan bisa tertutup dengan biaya yang lebih ekonomis.

 

4. Manfaatkan celah penghematan

Banyak cara berhemat yang dapat kamu terapkan. Misalnya, memanfaatkan promo-promo yang diberikan peritel bagi pemegang kartu kredit tertentu.

Acara berbuka bersama lebih hemat bisa mengoptimalkan tawaran promo kartu kredit. Begitu juga untuk menutup kebutuhan ongkos mudik, kamu bisa menekan anggaran dengan mengoptimalkan promo cashback atau diskon harga dari kartu kredit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here